FAKTAJATENG.ID – Keluarga Diraja Brunei Darussalam, Pengiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah, melakukan kunjungan kehormatan ke Provinsi Jawa Tengah guna menindaklanjuti rencana investasi di berbagai sektor strategis. Kunjungan tersebut menandai keseriusan Brunei Darussalam dalam memperluas kerja sama ekonomi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kedatangan Pengiran Muda Abdul Qawi beserta rombongan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di ruang kerjanya di Semarang, pada Kamis, 5 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari komunikasi yang telah terjalin sejak akhir Desember 2025 terkait potensi investasi Brunei di wilayah Jawa Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas secara lebih mendalam berbagai peluang kerja sama, termasuk rencana penandatanganan letter of intent (LoI) untuk investasi di sektor energi terbarukan. Selain itu, delegasi Brunei Darussalam juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang dinilai potensial sebagai tujuan investasi.
Minat investasi Brunei Darussalam di Jawa Tengah mencakup sejumlah sektor unggulan, di antaranya pengelolaan sampah, pertanian, energi terbarukan, serta sektor lain yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Gubernur Ahmad Luthfi menilai ketertarikan tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berfokus pada ekonomi hijau dan ramah lingkungan.
Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki wilayah yang luas dengan 35 kabupaten dan kota, sehingga membutuhkan eksplorasi investasi secara berkelanjutan guna mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia pun menyampaikan apresiasi atas minat investasi yang ditunjukkan oleh pihak Brunei Darussalam.
Salah satu sektor prioritas yang ditawarkan Pemprov Jawa Tengah adalah pengelolaan sampah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia bebas sampah pada 2029. Pemerintah daerah, kata Luthfi, dituntut untuk lebih inovatif dan terbuka terhadap kerja sama dengan investor.
“Saat ini pengelolaan sampah telah berjalan di beberapa wilayah seperti Banyumas Raya dengan sistem RDF dan Pekalongan Raya. Sementara Solo Raya masih menjadi tantangan dan terus kami komunikasikan dengan pemerintah kota setempat,” jelasnya.
Di sektor energi terbarukan, Ahmad Luthfi menawarkan pemanfaatan waduk-waduk di Jawa Tengah serta pengembangan energi bersih untuk mendukung kawasan industri, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Kawasan tersebut dinilai memiliki prospek investasi yang besar karena terintegrasi dengan sektor industri, pariwisata, perumahan, serta rencana pembangunan dry port.
Sementara itu, Pengiran Muda Abdul Qawi menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama yang lebih luas. Ia bahkan telah mengajak sejumlah delegasi guna membahas aspek teknis investasi bersama dinas dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Hingga akhir 2025, nilai investasi Brunei Darussalam di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp5 miliar. Capaian ini menjadi modal awal yang positif dalam memperkuat kepercayaan investor asing terhadap iklim investasi di Jawa Tengah. Ke depan, peluang perluasan investasi terus dijajaki, termasuk di sektor agroindustri, rantai pasok pangan halal, perikanan terpadu, cold chain logistics, serta layanan kesehatan berbasis ramah lingkungan.[Zul















