Daerah  

Viral Siswa Kelas 3 SD di Pati Masuk Rumah Sakit Diduga Dikeroyok Teman Sekelas, Kades: Sudah Mediasi

Ilustrasi/Dok. https://dppkbpppa.pontianak.go.id

FAKTANJATENG.ID – Unggahan mengenai dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) oleh teman sekelasnya di Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, viral di media sosial.

Korban dikabarkan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kejadian tersebut.

Kabar ini awalnya diunggah oleh akun Facebook Eko Kuswanto yang menyebutkan adanya insiden kekerasan di lingkungan sekolah.

“Seorang siswa kelas 3 SD diduga dikeroyok temannya. Semoga bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua,” tulis akun tersebut sebagaimana dilihat pada Sabtu (14/3/2026). Unggahan itu juga menyertakan permintaan agar kasus ini segera ditindaklanjuti.

Pemicu Iuran Sound System

Kepala Desa Karaban, Kusnan, membenarkan adanya insiden tersebut yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) lalu. Menurutnya, peristiwa itu bermula dari masalah iuran untuk penyewaan alat musik (sound system).

“Namanya juga anak-anak. Jadi dia itu mau iuran sound, rencana iuran sound jadi nggak punya uang atau bagaimana terus dibully dengan teman-temannya,” kata Kusnan saat dihubungi wartawan.

Terkait kondisi kesehatan korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit, Kusnan menjelaskan bahwa tindakan tersebut diambil untuk mengantisipasi adanya luka dalam. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi korban sudah membaik.

“Nggak luka, dikhawatirkan ada luka, kepala atau dalam tapi tidak ada. Rencana hari ini pulang,” jelas Kusnan mengenai kondisi terkini siswa tersebut.

Langkah Mediasi dan Edukasi

Pemerintah desa bersama pihak sekolah dan wali murid bergerak cepat melakukan mediasi pada Sabtu pagi. Kusnan menyatakan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan.

“Jadi tadi pagi sudah dimediasi pihak sekolah, wali murid, saya juga ada di sana. Intinya ada kesanggupan membantu kepada orang tua secara materiil untuk korban,” terangnya.

Meski berakhir damai, Kusnan menekankan pentingnya edukasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia meminta pihak sekolah untuk lebih ketat dalam mengawasi interaksi antar siswa.

“Saya menekankan kepada sekolahan jangan sampai melebar ke mana-mana, saya mohon suatu saat dikumpulkan semua wali murid untuk diedukasi, nanti akan kita hadirkan pihak polisi dan TNI hari-hari berikutnya,” tegas Kusnan.

Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, menyatakan belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut namun tetap akan melakukan pemantauan.

“Siap, kami cek dulu,” pungkasnya singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *