Target Melampaui Batas, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Bidik Revitalisasi 60.000 Sekolah pada Tahun 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (Dok. Ist)

FAKTAJATENG.ID – Komitmen Pemerintah dalam membenahi infrastruktur pendidikan nasional terus dipacu.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengumumkan rencana ambisius untuk menambah kuota revitalisasi satuan pendidikan hingga 60.000 unit pada tahun anggaran ini.

Hal tersebut disampaikan usai meresmikan hasil revitalisasi 45 satuan pendidikan se-Kabupaten Semarang tahun anggaran 2025 yang dipusatkan di Kompleks Pondok Pesantren Al Ittihad, Bringin, Senin (13/4/2026).

Realisasi Melampaui Target Awal

Program revitalisasi sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen pada tahun 2025 mencatatkan pencapaian gemilang.

Dari target awal yang dipatok sebanyak 10.440 unit, pemerintah berhasil merealisasikan perbaikan pada 16.167 satuan pendidikan.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tren positif ini akan terus dilanjutkan demi pemerataan kualitas fasilitas belajar-mengajar di seluruh tanah air.

“Insya Allah sesuai dengan janji Pak Presiden akan ada tambahan 60.000 satuan pendidikan untuk tahun ini,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia berharap dukungan legislatif tetap kuat agar pendanaan program strategis ini berjalan lancar di masa depan.

“Insya Allah di tahun ini tetap ada program revitalisasi. Mudah-mudahan anggarannya bisa disetujui DPR dan lebih banyak lagi yang bisa kita perbaiki di tahun 2026,” tambahnya.

Digitalisasi dan Kenyamanan Belajar

Selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah juga menyalurkan bantuan teknologi berupa interactive flat panel untuk menunjang metode pembelajaran modern, khususnya di wilayah Kabupaten Semarang.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini kegiatan pembelajaran dapat lebih baik dan pendidikan kita lebih berkualitas,” kata Abdul Mu’ti.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengungkapkan rasa terima kasih atas kucuran dana sekitar Rp13,6 miliar untuk revitalisasi 45 sekolah di wilayahnya selama tahun 2025.

Pihaknya kini tengah memetakan sekolah-sekolah dengan kondisi rusak parah untuk diajukan kembali pada tahun 2026.

“Program yang bagus ini tentunya sangat bermanfaat betul untuk anak-anak kita dalam proses belajar mengajar. Sekolahnya nyaman, juga bersih, indah, dan rapi,” tutur Ngesti.

Ngesti menambahkan bahwa syarat untuk mendapatkan bantuan ini cukup ketat, di mana prioritas utama diberikan kepada sekolah yang kondisinya benar-benar memprihatinkan.

“Tahun ini, kami mengajukan kembali ke kementerian, sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh kementerian. Harapan kami dapatnya lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Mendikdasmen didampingi jajaran terkait juga menyempatkan diri meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Plus Al Ittihad guna memastikan standar akademik tetap terjaga seiring dengan perbaikan fasilitas fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *