FAKTAJATENG.ID – Momen mudik Lebaran 2026 dimanfaatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengampanyekan gerakan literasi nasional.
Melalui program bertajuk “Mudik Asyik Baca Buku 2026”, pemerintah membagikan ribuan buku bacaan berkualitas secara cuma-cuma kepada keluarga pemudik di berbagai simpul transportasi utama.
Tahun ini, sebanyak 24 ribu buku disalurkan di sembilan titik strategis, termasuk terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara.
Di Terminal Terpadu Pulo Gebang sendiri, sebanyak 2.700 buku disediakan bagi anak-anak yang hendak berangkat menuju kampung halaman pada 16–17 Maret 2026.
Alternatif Hiburan Selain Telepon Pintar
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Dora Amalia, menegaskan bahwa buku yang dibagikan telah melalui seleksi ketat agar sesuai dengan karakter anak dan bebas dari konten negatif.
Program ini menjadi langkah nyata pemerintah untuk menarik kembali minat baca di tengah gempuran teknologi digital.
“Kegiatan Mudik Asyik Baca Buku merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan literasi masyarakat. Buku-buku yang dibagikan telah melalui proses penilaian sehingga sesuai dengan karakter dan kemampuan anak-anak serta bebas dari konten yang tidak layak,” ujar Dora di Terminal Pulo Gebang, Senin (16/3/2026).
Dora menyoroti fenomena anak-anak yang kini lebih akrab dengan gawai (smartphone).
“Kita melihat anak-anak kini semakin akrab dengan telepon pintar. Karena itu, kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan kembali budaya membaca buku. Kami berharap buku-buku ini dapat menjadi teman perjalanan bagi anak-anak selama mudik dan terus dibaca bersama keluarga,” tambahnya.
Dukungan Pengelola Terminal dan Respons Pemudik
Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cristianto, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, literasi adalah kebutuhan dasar yang harus terus dipupuk, terutama saat anak-anak memiliki waktu luang yang panjang di perjalanan.
“Upaya meningkatkan minat baca menjadi sangat penting, terlebih di tengah perkembangan teknologi yang membuat anak-anak semakin sering menggunakan gawai. Program seperti ini sangat positif karena dapat menarik kembali minat membaca, terutama bagi anak-anak,” ungkap Cristianto.
Manfaat program ini langsung dirasakan oleh para orang tua.
Ali Muddin, seorang pemudik tujuan Palembang, merasa terbantu karena buku pemberian tersebut bisa mengalihkan perhatian anak-anaknya dari layar ponsel selama perjalanan jauh.
“Program ini sangat membantu kami yang membawa anak-anak saat mudik. Daripada mereka terus bermain ponsel, buku ini bisa menjadi hiburan sekaligus menambah pengetahuan selama perjalanan,” tutur Ali.
Selain pembagian buku, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan sesi mendongeng dan mewarnai bagi anak-anak usia PAUD.
Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra seperti Perpusnas dan IKAPI, Kemendikdasmen berharap perjalanan mudik 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan keluarga lewat membaca.















