FAKTAJATENG.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi mendorong terobosan baru dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Dalam keterangannya di Jakarta, ia menantang kolaborasi antara ahli gizi dan koki profesional untuk menciptakan menu inovatif.
Targetnya ambisius: menghadirkan sajian kualitas kelas atas namun tetap dengan pagu harga bahan baku sebesar Rp10 ribu per porsi.
Dadan menekankan bahwa tantangan terbesar muncul menjelang bulan suci Ramadan.
Program MBG membutuhkan formula makanan yang tidak hanya tinggi nutrisi dan segar, tetapi juga memiliki daya tahan lebih lama (long-lasting).
Hal ini krusial agar kualitas hidangan tetap terjaga hingga waktu berbuka atau sahur, tanpa mengurangi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan dalam juknis.
Dalam setahun terakhir, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melonjak drastis dari 1.000 unit menjadi 25.000 unit. Meski sempat ada sorotan publik pada puluhan unit pelayanan, Dadan menilai rasio penyimpangan tersebut sangat kecil dibandingkan total skala nasional.
Pemerintah berkomitmen terus melakukan evaluasi internal agar seluruh SPPG patuh pada SOP demi pemerataan kualitas layanan gizi bagi masyarakat.[dit]













