Menteri UMKM Soroti Rendahnya Serapan Kredit, Desak Perbankan Perlonggar Akses

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman. (Dok. VOI)

FAKTAJATENG.ID  – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkapkan keprihatinannya atas masih rendahnya serapan kredit perbankan nasional untuk sektor usaha kecil di luar skema KUR.

Hingga akhir 2025, realisasi kredit baru mencapai 19,4 persen, masih jauh di bawah target ambisius 25 persen yang dicanangkan dalam RPJMN 2025-2029.

Hal ini menjadi sinyal penting bagi dunia perbankan untuk lebih adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha kecil.

Menteri Maman menyoroti adanya ketimpangan yang tajam dalam distribusi dana perbankan. Dari total triliunan rupiah alokasi kredit, mayoritas dana justru terserap oleh segelintir korporasi besar.

BACA JUGA: Wapres Gibran Dukung Pemanfaatan AI untuk Akselerasi UMKM Indonesia

Kondisi ini membuat pelaku UMKM sulit berkembang karena keterbatasan modal. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema pembiayaan di luar KUR agar perbankan lebih berani mengucurkan dana kepada sektor produktif menengah dan kecil.

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah terus mengandalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai ujung tombak. Untuk tahun 2026, target penyaluran KUR ditingkatkan menjadi Rp295 triliun dengan menyasar lebih dari satu juta debitur baru.

Dengan penguatan pengawasan dan kemudahan akses, diharapkan ketimpangan pembiayaan dapat terkikis sehingga UMKM mampu menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *