FAKTAJATENG.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperkuat sinergi dengan sektor swasta melalui penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Langkah ini menyasar penguatan sertifikasi lulusan SMK hingga pengembangan industri gim lokal yang kini tengah naik daun.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat terciptanya lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar global.
“Semoga kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan mempercepat terwujudnya sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global,” tutur Atip Latipulhayat dalam sambutannya.
Dari Teaching Factory hingga Sertifikasi Global
Salah satu poin menarik dalam kerja sama ini adalah masuknya industri kreatif digital melalui PT Gamecomm Indonesia Network.
Perusahaan pengembang gim lokal ini mulai menggarap potensi siswa SMK melalui skema teaching factory di lima sekolah percontohan.
Direktur PT Gamecomm Indonesia Network, Sere Kalina, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan talenta yang mampu bersaing di kancah internasional.
“Saat ini ada 5 SMK yang berkolaborasi bersama kami melalui teaching factory. Hal ini dikarenakan kami ingin memastikan industri gim di Indonesia bisa berkembang dan bersaing secara global,” jelas Sere.
Ia menambahkan bahwa siswa SMK memiliki potensi besar yang perlu diarahkan langsung oleh industri agar siap berbisnis maupun berkarier.
Di sisi lain, PT United Tractors Tbk memilih fokus pada penguatan nilai tawar lulusan teknik dan alat berat melalui sertifikasi kompetensi. Strategi ini diharapkan menjadi “paspor” bagi lulusan SMK untuk menembus pasar kerja internasional.
“Kami sedang mapping anak-anak SMK kelas 12 untuk sertifikasi. Jadi, saat mereka melamar pekerjaan, mereka punya value lebih yang bisa ditawarkan ke industri,” terang Department Head Social Responsibility and Communication PT United Tractors, Himawan Sutanto.
Menjembatani Kesenjangan SDM
Sektor jasa kecantikan juga tak luput dari penguatan vokasi ini. PT Martha Beauty Gallery menekankan pentingnya peran industri sebagai jembatan antara kurikulum sekolah dan realita dunia kerja.
Direktur PT Martha Beauty Gallery, Wulan Maharani Tilaar, memandang investasi pada SDM vokasi sebagai proyek jangka panjang nasional.
“Oleh karena itu, kami pun turut berpartisipasi dalam pengembangan SDM di industri kecantikan, jangka panjangnya kami berharap akan berdampak pada Indonesia Emas 2045,” ungkap Wulan.
Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Kemendikdasmen berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mampu menekan angka pengangguran terdidik dengan memastikan setiap lulusan memiliki sertifikasi yang diakui oleh mitra industri terkait.















