FAKTAJATENG.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan ruas jalan tol Bawen-Ambarawa akan dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriyah.
Jalur ini direncanakan beroperasi mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026.
Langkah ini diambil sebagai strategi pemerintah daerah untuk memecah kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di titik-titik krusial selama masa mudik.
Fokus pada Titik Rawan Kemacetan
Saat meninjau kesiapan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 di Gerbang Tol Ambarawa, Kabupaten Semarang, Selasa (10/3), Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa pengoperasian fungsional ini bertujuan untuk menekan potensi kemacetan parah.
“Dua (ruas tol) kita fungsionalkan agar tidak terjadi black spot maupun trouble spot. Biasanya pada puncak arus mudik itu Bawen crowded (ramai),” kata Ahmad Luthfi.
Selain ruas Bawen-Ambarawa sepanjang 4,98 kilometer ini, ruas tol lain yang juga akan difungsikan pada lebaran tahun ini adalah ruas Tol Solo-Yogyakarta hingga Prambanan.
Pengaturan Arus Mudik dan Balik
Secara teknis, ruas tol Bawen-Ambarawa akan dibuka secara bertahap. Untuk arus mudik, Jalur A (arah Bawen menuju Ambarawa) akan dioperasionalkan mulai 13 Maret mendatang.
Sementara untuk arus balik, Jalur B (Ambarawa menuju Bawen) akan menyusul dibuka pada 23 Maret.
Namun, Gubernur memberikan catatan khusus terkait jam operasional jalur fungsional ini karena fasilitas penunjang yang belum sepenuhnya sempurna.
“Dikarenakan rambu dan penerangan jalan belum lengkap, maka fungsional tol tidak 24 jam,” jelasnya. Rencananya, tol fungsional ini hanya akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pengamanan
Untuk menjamin keamanan pemudik, dua pos pengamanan akan disiagakan di exit tol Bawen dan exit tol Ambarawa dengan personel gabungan dari Dinas Perhubungan dan kepolisian.
Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko, menambahkan bahwa koordinasi dengan Jasa Marga dan kepolisian telah dilakukan untuk mematangkan rekayasa lalu lintas di Simpang Bawen.
“Nanti akan dilakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan dan penumpukan di sana. Sebagian memang akan diarahkan ke sini, terutama yang menuju Magelang dan Jogja sehingga tidak keluar di exit Tol Bawen,” pungkas Arief.
Pemerintah berharap dengan dialihkannya sebagian kendaraan ke jalur fungsional ini, beban lalu lintas di jalan arteri dapat berkurang secara signifikan sehingga perjalanan mudik masyarakat menjadi lebih nyaman.















