Sinergi Jateng-Aceh: Kolaborasi Ekonomi Rp1,06 Triliun Resmi Disepakati

/dok. Pemprov Jawa Tengah

FAKTAJATENG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Pemerintah Provinsi Aceh resmi menjalin kolaborasi strategis lintas sektoral guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen ini dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (23/4).

Nilai transaksi dari kesepakatan besar ini mencapai Rp1,06 triliun, yang mencakup berbagai lini mulai dari sektor pemerintahan, perusahaan daerah, hingga organisasi pengusaha.

Rincian Sektor Kerja Sama

Kesepakatan yang berlaku selama satu tahun ke depan ini terbagi ke dalam empat kluster utama:

  1. Antar-OPD (Rp138,56 Miliar): Melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, DPMPTSP, Disperindag, Disnakertrans, serta Disparekraf dari kedua provinsi.

  2. Antar-BUMD (Rp696,2 Miliar): Sektor dengan nilai terbesar yang melibatkan PT JTAB dan PT JPEN (Jateng) bersama PT Pembangunan Aceh (Pema), serta sinergi perbankan antara Bank Jateng dan Bank Syariah Aceh.

  3. Antarasosiasi (Rp230 Miliar): Kolaborasi antara Kadin dan Hipmi dari kedua belah wilayah.

  4. Antarkabupaten (Rp1 Miliar): Kerja sama spesifik antara Kabupaten Klaten dan Gayo Lues di bidang pariwisata, budaya, dan industri.

Mendorong Ekonomi Baru

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari skema collaborative government.

Tujuannya agar setiap daerah bisa saling melengkapi kekurangan satu sama lain untuk tumbuh bersama.

“Kita melakukan kerja sama business to business (B to B) mulai dari OPD, BUMD, serta Hipmi dan Kadin. Nilainya sekitar Rp1,06 triliun. Ini menjadi potensi awal untuk kita kembangkan di masing-masing daerah,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan bahwa sinergi ini bukan sekadar angka, melainkan upaya konkret untuk menciptakan titik-titik ekonomi baru yang bermanfaat bagi masyarakat di kedua provinsi.

Motivasi Bagi Pembangunan Aceh

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut positif langkah strategis ini.

Baginya, Jawa Tengah sebagai provinsi dengan populasi besar merupakan mitra yang sangat strategis bagi pembangunan di Aceh.

“Kami berharap ini memberikan motivasi lebih kepada kami untuk membangun Aceh. Nanti kita lebih sering komunikasi terkait segi perdagangan dan segi aparatur negara,” tutur Muzakir Manaf.

Melalui kerja sama ini, kedua daerah optimistis dapat meningkatkan daya saing ekonomi lokal serta mempererat hubungan administratif melalui pertukaran ilmu antaraparatur negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *