FAKTAJATENG.ID – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington bekerja sama dengan sanggar seni Bung Karno Arts Studio sukses mempromosikan kebudayaan Indonesia pada ajang perayaan budaya Te Maeva Nui 2026 di Rarotonga, Cook Islands.
Te Maeva Nui merupakan perayaan kebudayaan terbesar tahunan dalam rangka menyambut Hari Nasional (Constitution Day) Cook Islands.
Dalam acara Parade Te Maeva Nui 2026 (24/7/2026), kontingen Indonesia tampil mengusung tema “Javanese Wedding Tradition” yang diiringi lagu dan tarian tradisional Jawa.
Pemilihan tema budaya Jawa ini dihadirkan untuk memberikan variasi sekaligus memperkenalkan kekayaan Nusantara yang lebih beragam setelah pada tahun-tahun sebelumnya kerap menonjolkan kebudayaan Bali.
Baca Juga: Tragedi Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz: DPR Desak Kemlu Cari 3 ABK WNI yang Hilang
Penampilan tersebut disaksikan oleh lebih dari 1.000 penonton, termasuk Perdana Menteri Cook Islands, jajaran menteri, serta High Commissioner dari Australia dan Selandia Baru.
Kemeriahan Malam Internasional dan Peran Pekerja Migran
Berlanjut pada panggung International Night Te Maeva Nui 2026 (25/7/2026) di Cook Islands National Auditorium, komunitas Indonesia menyuguhkan pertunjukan medley Tari Jawa, Tari Janger Bali, dan Tari Maumere dari Nusa Tenggara Timur di hadapan sekitar 600 tamu undangan.
Keikutsertaan ini menandai tahun ke-6 secara berturut-turut bagi Bung Karno Arts Studio—sanggar seni yang diwadahi oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Cook Islands—dalam mempromosikan seni budaya Indonesia di Pasifik.
Koordinator Sanggar Bung Karno Arts Studio, Ni Putu Sumiasih, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan partisipasi aktif perwakilan diplomatik Indonesia.
“Kita yang tergabung dalam Bung Karno Arts Studio sangat berterima kasih, KBRI Wellington datang ke sini untuk mendukung kita, langsung ikut terjun untuk parade kemarin,” tutur Ni Putu Sumiasih dikutip Kamis (6/8/2026).
Sorotan Utama Keikutsertaan Indonesia:
Tema Parade: Membawakan “Javanese Wedding Tradition” lengkap dengan iringan lagu dan tari Jawa.
Pertunjukan Panggung: Menyajikan medley Tari Jawa, Tari Janger (Bali), dan Tari Maumere (NTT).
Peran Komunitas: Diprakarsai oleh Bung Karno Arts Studio yang beranggotakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Cook Islands.
Tingkat Partisipasi: Keikutsertaan secara konsisten selama 6 tahun berturut-turut di panggung budaya Pasifik.
Baca Juga: Sorotan Global terhadap PT DSI, Kemlu RI: Ini Fondasi Transparansi, Bukan Hambatan Dagang















