Kejar Investasi Rp339 Triliun, Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Blok Masela hingga Teknologi Nuklir

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia/ Foto : Istimewa

FAKTAJATENG.ID – Langkah diplomasi energi yang dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Tokyo, Jepang, pada pertengahan Maret 2026, menandai babak baru posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Indonesia kini tidak lagi hanya menjadi penonton atau penyedia bahan mentah bagi negara maju.

Pengamat kebijakan publik Prof. Henry Indraguna menyatakan bahwa langkah ini membuktikan Indonesia telah menjadi subjek aktif yang mampu mendefinisikan kepentingan nasionalnya di tengah relasi kuasa global yang dinamis pada 25 Maret 2026.

Dalam pertemuan dengan Menteri METI Jepang Ryosei Akazawa, Indonesia berhasil menyepakati dua nota kesepahaman (MoU) terkait penguatan rantai pasok mineral kritis dan teknologi nuklir rendah karbon.

Fokus utama lainnya adalah percepatan investasi migas oleh Inpex Corporation di Proyek Gas Lapangan Abadi Blok Masela.

Proyek strategis dengan nilai fantastis mencapai Rp339 triliun ini diproyeksikan menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional sekaligus motor penggerak ekonomi di wilayah Timur Indonesia.

Tak hanya migas, Bahlil juga menawarkan pengelolaan bersama komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, hingga logam tanah jarang.

Pada Rabu, 25 Maret 2026, Prof. Henry menilai dekonstruksi narasi ini sangat penting agar Indonesia berdaulat secara konstitusional namun tetap adaptif dengan standar internasional.

Kerja sama ini pun meluas ke sektor gas alam cair (LNG) dan proyek transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC), termasuk optimalisasi PLTP Sarulla dan PLTSa Legok Nangka.[dit]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *