FAKTAJATENG.ID – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, merangkul berbagai pemangku kepentingan lintas sektor untuk menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026.
Program kesehatan tahunan ini telah mulai berjalan sejak 3 Agustus 2026.
Penanggung Jawab Program Imunisasi Kabupaten Purbalingga, Novita, menyampaikan bahwa pelaksanaan BIAS terbagi dalam dua gelombang.
Tahap utama berlangsung pada 3–15 Agustus, disusul tahap penyisiran (sweeping) pada 18–31 Agustus bagi anak-anak yang berhalangan hadir.
“Pelaksanaan BIAS dimulai tanggal 3 Agustus sampai 15 Agustus sebagai tahap pelaksanaan. Selanjutnya pada 18-31 Agustus dilakukan sweeping untuk anak-anak yang belum sempat diimunisasi karena sakit, berhalangan hadir, atau alasan lainnya,” katanya di Purbalingga, Kamis (6/8/2026).
Pada periode Agustus 2026 ini, layanan imunisasi menyasar dua jenis vaksin utama, yaitu Measles Rubella (MR) untuk siswa kelas 1 SD/sederajat dan Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi kelas 5 SD/sederajat.
Baca Juga: Komisi IX DPR Kritisi Kesiapan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Target sasaran penerima vaksin MR mencakup 11.784 anak, sedangkan vaksin HPV ditujukan bagi 7.835 siswi.
Secara keseluruhan, DinkesPPKB Purbalingga mematok target cakupan pelaksanaan hingga 98 persen, dengan minimal 94 persen dari total anak sasaran berhasil menerima imunisasi.
Hingga Kamis (6/8/2026), capaian imunisasi diperkirakan telah menyentuh angka 18,9 persen. Angka ini masih bergerak karena terdapat satu puskesmas yang belum memulai pelayanan akibat penyesuaian jadwal kegiatan.
Mengenai logistik medis, pihak dinas memastikan stok vaksin berada dalam kondisi aman karena mendapat suplai langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Seluruh vaksin juga disimpan sesuai standar rantai dingin pada suhu 2-8 derajat Celcius, baik di tingkat kabupaten maupun puskesmas,” katanya.
Guna memastikan kelancaran operasional di lapangan, DinkesPPKB telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada 28 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menghadirkan Bapperida, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kementerian Agama, serta koordinator wilayah kecamatan untuk menyelaraskan komitmen bersama. Pelatihan penyegaran teknis juga diberikan kepada petugas imunisasi dari 23 puskesmas se-Kabupaten Purbalingga pada 30 Juli 2026.
Menghadapi potensi kendala seperti kekhawatiran atau penolakan dari orang tua murid, pendekatan edukatif humanis menjadi prioritas utama.
Tahap penyisiran akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mengedukasi orang tua yang masih ragu terhadap manfaat serta keamanan vaksin.
“Apabila penolakan berkaitan dengan keyakinan tertentu, DinkesPPKB akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, Kantor Kementerian Agama, penyuluh agama, dan Dinas Pendidikan untuk melakukan pendekatan sehingga orang tua memperoleh informasi yang benar mengenai pentingnya imunisasi,” katanya.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang solid, seluruh pihak optimistis cakupan imunisasi dapat tercapai secara maksimal sehingga anak-anak di Kabupaten Purbalingga memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Baca Juga: Dinkes DKI Diminta Segera Lakukan Investigasi Dugaan Larangan Jilbab RS Medistra















