Presiden Pertanyakan Aturan Janggal: Mengapa Anak-Cucu BUMN Sulit Diaudit Negara?

/Dok. bibit

FAKTAJATENG.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keterkejutannya atas membengkaknya jumlah entitas di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 12/3.

Saat menghadiri HUT Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, ia menyoroti bagaimana satu perusahaan besar seperti Pertamina bisa memiliki hingga 200 anak dan cucu perusahaan.

Menurut Prabowo, struktur yang terlalu gemuk ini membuat manajemen menjadi tidak efektif dan sulit diawasi.

Hal yang paling disoroti Presiden adalah adanya aturan janggal yang menghambat audit negara terhadap entitas turunan BUMN.

Prabowo mempertanyakan mengapa anak atau cucu perusahaan seringkali dianggap berada di luar jangkauan audit resmi, padahal modal awalnya berasal dari negara.

Baginya, kondisi ini adalah penyimpangan dari niat awal para pendiri bangsa yang ingin BUMN menjadi alat pemenuhan kebutuhan dasar industri nasional secara efisien.

Sebagai solusi, Presiden Prabowo mendorong penguatan BPI Danantara untuk mengonsolidasikan pengelolaan aset negara dalam satu sistem manajemen yang terintegrasi.

Dengan mengadopsi standar terbaik dunia, pemerintah bertujuan memangkas birokrasi internal BUMN yang berbelit. Fokus utamanya adalah rasionalisasi jumlah entitas agar tidak ada lagi ribuan perusahaan negara yang beroperasi tanpa pengawasan yang ketat dan transparan.[dit]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *