OJK Dorong Sinergi Pentahelix di Banyumas Raya: “Satu Tim Membangun Mimpi Banyumas Naik Kelas”

Ilustrasi OJK

FAKTAJATENG.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengukuhkan kepemimpinan baru di Kantor OJK Purwokerto sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi di wilayah Banyumas Raya.

Anggota Dewan Komisioner OJK, Adi Budiarso, menekankan bahwa kunci utama pertumbuhan ekonomi daerah terletak pada sinergi Pentahelix yang melibatkan lima unsur vital.

Kolaborasi ini mencakup Pemerintah Daerah, regulator, akademisi, pelaku industri jasa keuangan, serta masyarakat sebagai konsumen.

Upaya ini ditujukan untuk mengakselerasi potensi ekonomi di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

“Kita semua adalah satu tim untuk membangun mimpi Banyumas naik kelas. OJK dan sektor jasa keuangan siap mendukung penguatan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pembangunan ekonomi daerah,” tegas Adi Budiarso saat memberikan sambutan di Purwokerto, Selasa (5/5/2026).

OJK Daerah sebagai “Orkestrator” Ekonomi Lokal

Adi, yang juga menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), menyatakan bahwa kantor daerah bukan sekadar perpanjangan tangan pusat, melainkan jembatan kebijakan dengan karakteristik ekonomi lokal yang unik.

Apalagi, pasca terbitnya UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), tugas OJK kini mencakup pengawasan instrumen baru yang kompleks seperti:

  • Aset Kripto dan Aset Keuangan Digital.

  • Perdagangan Karbon dan Transaksi Derivatif.

  • Bullion Banking (perbankan emas).

“OJK kantor daerah harus menjadi orkestrator sinergi yang mencakup pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, UMKM, akademisi, dan komunitas masyarakat luas,” imbuhnya.

Digitalisasi dan Credit Scoring Alternatif untuk UMKM

Wilayah Banyumas Raya dinilai memiliki potensi besar melalui kombinasi sektor pertanian, industri pengolahan, hingga pariwisata. Untuk mengubah potensi ini menjadi pertumbuhan nyata, OJK mendorong pemanfaatan teknologi seperti innovative credit scoring (penilaian kredit berbasis data alternatif).

Langkah ini diambil untuk membantu UMKM yang selama ini sulit mendapatkan akses perbankan konvensional karena kendala administratif atau pencatatan keuangan.

“Banyak UMKM di daerah sebenarnya memiliki usaha yang bagus, pasar jelas, produk kompetitif, tetapi belum memiliki pencatatan keuangan atau dokumen usaha yang memadai. Di sinilah digitalisasi dan inovasi pembiayaan harus hadir,” kata Adi.

Kepemimpinan Baru untuk Banyumas Raya

Dalam acara tersebut, Dinavia Tri Riandari resmi dilantik sebagai Kepala Kantor OJK Purwokerto, menggantikan Haramain Billady yang kini mengemban tugas baru sebagai Kepala Kantor OJK Maluku.

Sebelum di Purwokerto, Dinavia menjabat sebagai Kepala Divisi di OJK Daerah Istimewa Yogyakarta.

Adi berharap kepemimpinan baru ini dapat membawa literasi keuangan yang lebih membumi dengan menyentuh budaya lokal masyarakat Banyumas.

“Kehadiran OJK di daerah harus semakin bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pelaku ekonomi di daerah, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *