Siti Hibatirrohmah: Mahasiswi Vokasi Undip Ubah Limbah Biodiesel Menjadi ‘Biocoolant’ Berbasis AI

Siti Hibatirrohmah, mahasiswi program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro/Dok. Antara Jateng

FAKTAJATENG.ID – Di tengah transformasi industri menuju era kecerdasan buatan (AI) dan teknologi hijau, mahasiswa vokasi kini tampil sebagai kreator solusi nyata.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Siti Hibatirrohmah, mahasiswi program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip).

Mahasiswi yang akrab disapa Hibat ini berhasil mengintegrasikan riset terapan kimia dengan teknologi digital untuk menjawab tantangan industri energi terbarukan.

Melalui ketekunannya di laboratorium, alumni SMA Negeri 1 Batang ini mengembangkan inovasi pemurnian gliserol—limbah sampingan produksi biodiesel—menjadi produk bernilai tinggi.

Inovasi Membran dan Sentuhan Kecerdasan Buatan

Dalam penelitian tugas akhirnya di bawah bimbingan dosen pakar rekayasa proses, Mohamad Endy Julianto, Hibat menggunakan teknologi ultrafiltrasi membran untuk memisahkan kontaminan seperti metanol dan asam lemak bebas dari gliserol.

Menariknya, riset ini tidak hanya terpaku pada metode konvensional.

Hibat melihat peluang besar dalam integrasi Artificial Intelligence (AI) untuk mengoptimalkan kinerja membran secara real-time.

Dengan dukungan AI, parameter proses dapat dianalisis secara presisi untuk memprediksi kondisi operasi terbaik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada percobaan manual.

Hasilnya pun impresif. Hibat berhasil menargetkan tingkat kemurnian gliserol hingga mencapai 93,7 persen, angka yang sangat layak untuk diaplikasikan sebagai bahan dasar pendingin industri.

”Produk ini berpotensi digunakan dalam berbagai sistem pendingin yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan dibandingkan bahan berbasis fosil,” jelas Hibat mengenai potensi inovasi biocoolant miliknya.

Keseimbangan Riset dan Kepemimpinan

Kecemerlangan Hibat di laboratorium rupanya berbanding lurus dengan aktifitas organisasinya. Di kampus, ia tidak hanya dikenal sebagai calon process engineer, tetapi juga pemimpin yang cakap.

Hibat tercatat aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Vokasi sebagai Head of Redaction Division di Biro Media dan Informasi.

Pengalamannya mengelola strategi komunikasi digital organisasi serta keterlibatannya di bidang Litbang Himpunan Mahasiswa TRKI membentuk karakter disiplin dan kemampuan manajemen proyek yang kuat.

Fondasi kepemimpinan ini diakuinya telah terpupuk sejak ia menjabat sebagai bendahara OSIS di masa SMA.

Masa Depan Industri Berkelanjutan

Inovasi yang dilahirkan Hibat menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan sumber daya manusia yang adaptif.

Limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini berubah menjadi produk teknologi yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus ekologis.

Perjalanan Siti Hibatirrohmah menunjukkan bahwa masa depan industri berkelanjutan berada di tangan generasi yang berani memadukan riset mendalam dengan kemajuan teknologi digital seperti AI untuk menciptakan solusi yang aplikatif bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *