Daerah  

Gandeng MUI dan Lintas Agama, Pemkab Banyumas Perkuat Ketahanan Sosial dan Pendidikan Budi Pekerti

Pemkab Banyumas dan MUI memantapkan komitmen bersama untuk membentengi generasi muda dari penyimpangan sosial dan mendorong kembali pembelajaran budi pekerti di sekolah./Dok. Pemkab Banyumas

FAKTAJATENG.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas untuk memperkuat ketahanan sosial, membentengi generasi muda dari potensi penyimpangan perilaku, serta membangun masyarakat yang sehat secara fisik dan mental.

Ajakkan sinergi tersebut disampaikan oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam acara Sarasehan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Banyumas bertajuk “Komitmen Bersama Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Banyumas yang Lebih Sehat” di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jumat (24/7/2026).

Guna menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Banyumas berencana menggelar forum dialog bersama seluruh pemeluk agama di wilayahnya.

“Kami berharap dapat menginisiasi pertemuan dan memfasilitasi seluruh pemeluk agama untuk bersama-sama membentengi umat dan generasi muda dari berbagai potensi penyimpangan perilaku sosial,” ujar Sadewo.

Dorong Penguatan Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah Dasar

Baca Juga: Bakal Impor Mobil Kopdes Senilai Rp24.66 Triliun, BUMN Agrinas Tuai Kritikan

Selain dialog antarumat beragama, Bupati Sadewo juga menyoroti pentingnya penguatan karakter anak sejak usia dini.

Pihaknya mengusulkan kajian untuk menerapkan kembali pembelajaran Budi Pekerti di tingkat Sekolah Dasar (SD) sebagai pelengkap pendidikan agama guna memperkokoh etika sosial generasi muda.

Sadewo menekankan bahwa pembangunan kualitas masyarakat yang sehat tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata.

“Upaya mewujudkan masyarakat yang sehat tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, satuan pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah melalui layanan kesehatan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat,” paparnya.

Komitmen MUI dan Penanganan Kasus HIV/AIDS

Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Kabupaten Banyumas, Taefur Arafat, menegaskan kesiapan MUI untuk terus bermitra dengan pemerintah daerah dalam fungsi edukasi dan pembinaan moral masyarakat.

“Langkah edukasi dan pengusulan regulasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk melindungi masyarakat dari bahaya fisik maupun spiritual. MUI akan terus hadir mendampingi umat dan bermitra dengan pemerintah demi kemaslahatan bersama,” tegas Taefur.

Sementara itu, Ketua Panitia Sarasehan, Prof. Fauzi, menyebutkan bahwa kegiatan yang dihadiri sekitar 200 peserta ini bertujuan untuk menyamakan persepsi berbagai elemen dalam menghadapi berbagai tantangan sosial kontemporer.

Salah satu pembahasan fokus dalam sarasehan ini mencakup pemaparan perkembangan kasus HIV/AIDS di wilayah Banyumas beserta langkah penanggulangannya.

Acara diakhiri dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi bersama untuk mendukung terwujudnya visi Banyumas yang Produktif, Adil, Sejahtera (PAS), serta berkarakter.

Baca Juga: Erick Thohir Instruksikan Delapan BUMN Sukseskan Program Makan Bergizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *