FAKTAJATENG.ID — Pemerintah Kota Tegal resmi menyerahkan penghargaan kepada sejumlah sekolah dan instansi perkantoran yang dinilai terbaik dalam pelaksanaan Gerakan Gropyokan Nangani lan Mberesi Sampah.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, di sela-sela kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Gerakan Gropyokan yang berlangsung di Ruang Adipura Kota Tegal, Kamis (16/7) siang.
Dalam penilaian kali ini, persaingan ketat terjadi di setiap kategori. Untuk kategori Sekolah ASRI, peringkat pertama berhasil disabet oleh SMP Negeri 1 Kota Tegal, disusul SMA Negeri 4 Kota Tegal di posisi kedua, dan SMP Negeri 19 Kota Tegal di urutan ketiga.
Sementara itu, untuk kategori Kantor ASRI, Bapperida Kota Tegal keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati oleh Puskesmas Margadana, sedangkan BKPSDM Kota Tegal harus puas berada di peringkat ketiga.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Jalur Darat Diprediksi Besok, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa One Way
Ubah Pola Pikir: Pilah dan Olah Sampah
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menegaskan bahwa Gerakan Gropyokan ini harus dijadikan agenda pokok dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Tegal.
Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, gerakan ini ditargetkan mampu mengubah perilaku masyarakat menuju pola pikir pilah dan olah sampah dari sumbernya.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan nyata dari para ‘orang tua asuh’, terutama para penggerak perubahan yang berada di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, dan puskesmas.
“Berkat kerja keras dan gotong royong, beberapa lokasi sudah menunjukkan adanya pengurangan volume sampah. Ini bukti nyata bahwa perubahan bisa terjadi jika kita konsisten. Gerakan ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat,” ujar Dedy Yon.
Progres Positif yang Perlu Ditingkatkan
Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Yuli Prasetyo, mengungkapkan bahwa hasil monitoring di lapangan secara umum menunjukkan progres yang positif. Namun, ia mencatat masih ada beberapa aspek yang perlu terus diperkuat ke depannya.
Beberapa poin evaluasi tersebut meliputi penguatan perilaku pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat dasar, kepemilikan komposter, serta kelengkapan sarana prasarana pendukung lainnya.
Melalui evaluasi berkala dan pemberian apresiasi ini, Pemkot Tegal berharap Gerakan Gropyokan tidak hanya menjadi program seremonial, melainkan semakin mengakar sebagai budaya sehari-hari masyarakat.
Langkah konsisten ini diharapkan mampu mencapai target pengurangan timbulan sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga Kota Tegal secara berkelanjutan.
Baca Juga: Muka Baru Lini Depan Timnas Indonesia, Septian Bagaskara: Siap Berikan yang Terbaik















