Kandas di Solo, Surabaya Samator Gagal ke Grand Final Proliga 2026 Usai Ditekuk Bhayangkara Presisi

/Dok. PBVSI

FAKTAJATENG.ID  – Mimpi Surabaya Samator untuk melaju ke babak Grand Final Proliga 2026 resmi berakhir.

Dalam laga hidup-mati di Final Four Kedua yang digelar di GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (12/4/2026), Samator dipaksa menyerah tiga set langsung oleh Bhayangkara Presisi dengan skor (23-25, 21-25, 21-25).

Kekalahan ini memastikan Bhayangkara Presisi melenggang ke partai puncak menyusul LavAni Livin’ Transmedia yang sudah lebih dulu mengamankan tiket final.

Masalah Mental Jadi Kendala Utama

Meski kalah telak secara set, Samator sejatinya memberikan perlawanan sengit di setiap gim. Namun, ketenangan pemain senior Bhayangkara Presisi terbukti menjadi pembeda di poin-poin kritis.

Manajer tim Samator, Hadi Sampurno, menyoroti rapuhnya mental para pemainnya saat menghadapi tekanan tinggi.

“Begitu set pertama yang mulai naik, tapi kita kalah, mentalnya kena lagi. Betul-betul saya penyampaian besar masalah mental ini,” ungkap Hadi usai pertandingan.

Hadi mengakui bahwa perbedaan kematangan antara skuadnya dengan lawan yang didominasi pemain senior menjadi faktor penentu kegagalan mereka mengejar ketertinggalan poin.

Peta Persaingan Menuju Perebutan Juara Ketiga

Hingga saat ini, LavAni Livin’ Transmedia masih perkasa di puncak klasemen Final Four dengan 12 poin, disusul Bhayangkara Presisi dengan 9 poin.

Samator kini tertahan di peringkat ketiga dengan 3 poin, sementara Garuda Jaya berada di posisi juru kunci tanpa poin.

Menatap Final Four Ketiga, Hadi realistis mengenai peluang timnya. Samator dijadwalkan bertemu LavAni dan Garuda Jaya, namun fokus utama kini dialihkan untuk mengamankan posisi ketiga.

“Dengan kekalahan ini, kans kita ke Grand Final sudah tidak ada. Tinggal (perebutan juara) tiga empat. Jadi perjuangan kita tinggal menunggu melawan peringkat empat, kemungkinan dengan Garuda,” tambah Hadi.

Persiapan Bhayangkara Hadapi LavAni di Final

Di sisi lain, kemenangan ini tidak lantas membuat Bhayangkara Presisi berpuas diri.

Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, menegaskan masih banyak celah yang harus diperbaiki sebelum menantang LavAni di babak final.

“Kita masih coba komposisi pemain untuk lebih baik di grand final, masih banyak yang harus dievaluasi. Seperti kemistri tim dalam situasi yang sulit, receive, dan blok ada banyak masalah,” pungkas Reidel.

Dengan hasil ini, laga Grand Final Proliga 2026 dipastikan akan mempertemukan dua raksasa voli tanah air, LavAni Livin’ Transmedia melawan Bhayangkara Presisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *