FAKTAJATENG.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah menyalurkan sebanyak 1.311.000 liter air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan sepanjang musim kemarau tahun ini.
Penyaluran air bersih tersebut didistribusikan secara bertahap hingga Kamis (13/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menjelaskan bahwa bantuan air bersih ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pemanfaatan harian dasar masyarakat di wilayah-wilayah yang sumber airnya mulai mengering.
“Selain menangani kekeringan, BPBD Banyumas juga melakukan pemantauan dan penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah selama musim kemarau,” kata Dwi Irawan Sukma di Purwokerto, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Banyumas, bantuan 1,3 juta liter air bersih tersebut didistribusikan melalui 269 ritase pengiriman.
Pasokan air tersebut menjangkau 39 desa/kelurahan terdampak yang tersebar di 15 kecamatan se-Kabupaten Banyumas.
Baca Juga: Banjir Solo Raya: BPBD Jateng Prioritaskan Evakuasi Ribuan Warga, Pompanisasi Belum Optimal
Dampak krisis air bersih ini tercatat dialami oleh 8.499 keluarga atau setara dengan 28.689 jiwa.
Tak hanya pemukiman warga, keterbatasan pasokan air juga mengganggu operasional di delapan fasilitas umum setempat.
Siagakan Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla
Dwi menambahkan, seluruh skema distribusi air dilaksanakan secara terpadu melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Banyumas dengan dukungan berbagai instansi terkait.
Selain krisis air, fenomena kemarau juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan data per 13 Agustus 2026, total luas area yang terpapar karhutla di wilayah Banyumas telah mencapai sekitar 15,03 hektare.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD Banyumas meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi air bersih serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pemicu kebakaran.
“Bagi pemerintah desa/kelurahan yang wilayahnya terdampak kekeringan, kami imbau untuk mengajukan permohonan bantuan air bersih secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui BPBD,” pungkas Dwi.
Pihaknya juga meminta warga agar segera melapor ke petugas atau perangkat desa terdekat apabila menemukan titik api atau potensi karhutla agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum meluas.
Baca Juga: BPBD Sanggau Temukan 126 Sebaran Titik Hotspot dengan Kategori Tinggi













