FAKTAJATENG.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru saja mengungkap fakta mengejutkan mengenai ketahanan energi Indonesia. Saat ini, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional hanya mampu bertahan untuk durasi 23 hari.
Angka ini dinilai sangat mepet dengan standar minimum nasional yang berada di kisaran 20 hingga 21 hari, dilansir pada 5 Maret 2026.
Bahlil menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada ketidakmampuan pemerintah membeli minyak, melainkan terbatasnya infrastruktur penyimpanan (storage). Saat ini, kapasitas maksimal penyimpanan Indonesia memang tidak lebih dari 25 hari.
Kondisi ini membuat posisi energi kita cukup rentan terhadap fluktuasi distribusi atau gangguan pasokan global jika tidak segera dibenahi.
Merespons situasi ini, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan pembangunan fasilitas penyimpanan baru. Bahlil optimistis proyek ini dapat rampung dalam waktu tiga bulan.
Langkah strategis ini diambil guna mencapai standar konsensus global dalam hal cadangan energi nasional, sekaligus memastikan bahwa mobilitas masyarakat tidak terganggu oleh ancaman kelangkaan BBM di masa depan.[dit]















