FAKTAJATENG.ID – PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) bersama warga Kelurahan Rowosari, Tembalang, Kota Semarang, resmi membangun sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas guna menghadapi ancaman bencana banjir.
Langkah strategis ini menandai rampungnya rangkaian Program Desa Siaga Bencana yang diinisiasi oleh PLN sejak Januari hingga Juni 2026.
Sebagai wujud nyata program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), inisiatif ini berkomitmen untuk membangun kemandirian, ketangguhan mitigasi, serta kesiapsiagaan masyarakat Rowosari. Wilayah ini diketahui kerap dihantui oleh potensi bencana banjir saat cuaca ekstrem melanda.
Lurah Rowosari, Eko Pudjo Harijadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen PLN.
Ia menjelaskan bahwa program berdurasi enam bulan ini menyentuh berbagai aspek krusial penanganan bencana dari hulu ke hilir.
“Program ini memfokuskan kegiatan pada aspek preventif, edukasi, serta pemulihan psikologis warga,” kata Lurah Rowosari Eko Pudjo Harijadi.
Baca Juga: PLN Beri Diskon 50 Persen di Bulan Januari dan Februari 2025
Kolaborasi Multi-Sektor dan Edukasi Dini
Pada tahap awal, PLN menggandeng BPBD Kota Semarang untuk menggelar Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di SD 01 Rowosari.
Edukasi ini dinilai penting untuk menanamkan pemahaman mendalam bagi anak-anak mengenai bahaya dan tata cara penggunaan listrik yang aman, terutama saat situasi darurat banjir.
Tak berhenti di situ, PLN juga berkolaborasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Rowosari melalui Pelatihan Siaga Bencana untuk memperkuat kapasitas mitigasi kolektif warga. Guna menunjang aksi penyelamatan di lapangan, PLN menyalurkan berbagai perlengkapan darurat seperti:
Life jacket (jaket pelampung)
Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Rambu jalur evakuasi & rambu tanda bahaya
Tandu evakuasi
Menariknya, program ini tidak hanya fokus pada fisik dan infrastruktur. PLN juga menyelenggarakan program trauma healing bagi warga, khususnya anak-anak terdampak banjir.
Langkah ini bertujuan mengembalikan kestabilan emosional dan mengikis rasa trauma psikologis jika bencana serupa kembali melanda.
“Kami mewakili seluruh warga Rowosari mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN Pusmanpro. Kini masyarakat Rowosari merasa jauh lebih tangguh, bersatu, dan siap siaga dalam menghadapi potensi bencana ke depannya,” ungkap Eko.
Mewujudkan Kawasan Tangguh dan Mandiri
Di kesempatan terpisah, General Manager PLN Pusmanpro, Aan Ridhoana Fitriaji, menegaskan bahwa kesuksesan program ini merupakan bukti nyata dari sinergi yang solid antara PLN, pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat setempat.
Berkat koordinasi yang efektif, warga kini jauh lebih responsif dan memahami langkah cepat saat darurat.
“PLN menyadari keberlanjutan layanan listrik sangat bergantung pada ketangguhan masyarakatnya, sehingga melalui kapasitas mandiri ini, kami ingin memastikan warga Rowosari mampu menekan risiko bencana sekecil mungkin agar kualitas hidup dan keamanan infrastruktur kelistrikan tetap terjaga secara beriringan,” jelas Aan.
Dengan rampungnya Program Desa Siaga Bencana ini, PLN Pusmanpro berharap Kelurahan Rowosari dapat bertransformasi menjadi role model kawasan yang mandiri, responsif, dan tangguh bencana di masa depan, dengan tetap mengintegrasikan aspek keselamatan ketenagalistrikan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: BPI Danantara Gelar Pertemuan dengan Direktur Utama PLN















