FAKTANASIONAL.NET – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bergerak cepat mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai terdampak kekeringan.
Langkah ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas, Abdul Ladjis, menjelaskan bahwa armada tangki air terus dikerahkan ke titik-titik krusial yang membutuhkan penanganan segera.
“Untuk hari ini kami jadwalkan penyaluran 15.000 liter air bersih ke Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas dan Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang,” kata Abdul Ladjis di Purwokerto, Banyumas, Senin (6/7/2026).
Secara rinci, Desa Tamansari mendapatkan alokasi sebanyak dua tangki atau setara 10.000 liter. Sementara itu, Desa Karanglewas menerima pasokan satu tangki berkapasitas 5.000 liter.
Baca Juga: Ruas Jalan Sanggau-Sekadau Terendam Banjir, BPBD Ungkap Penyebabnya
Tren Kebutuhan Air Bersih Terus Meningkat
Sebelum penyaluran hari ini, BPBD Banyumas mencatat telah menggelontorkan sekitar 30.000 liter air bersih kepada warga terdampak di Desa Tamansari dan Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur.
Ladjis memprediksi bahwa permintaan bantuan air ini masih akan melonjak dalam beberapa waktu ke depan.
“Kebutuhan air bersih diperkirakan terus meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau, sehingga kami telah menyusun jadwal distribusi ke wilayah lain yang mulai mengalami kekeringan,” tambahnya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Perluas Jangkauan
Guna mengoptimalkan penanganan, BPBD Banyumas menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dalam waktu dekat, Desa Nusadadi (Kecamatan Sumpiuh) dan Desa Kedungpring (Kecamatan Kemranjen) dijadwalkan menerima total lima tangki bantuan air bersih hasil kerja sama BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto dan Perumda Air Minum Tirta Satria Banyumas.
“Hari ini dijadwalkan tiga tangki untuk Desa Nusadadi, sedangkan dua tangki lainnya akan disalurkan ke Desa Kedungpring pada hari berikutnya (7/7). Seluruh pendistribusian tetap berada dalam koordinasi BPBD,” terang Ladjis.
BPBD Banyumas menegaskan akan terus memantau dinamika kekeringan di lapangan secara berkala.
Koordinasi intensif dengan berbagai instansi terus diperkuat agar distribusi bantuan air dapat berjalan merata, sekaligus membuka peluang penambahan titik lokasi distribusi jika jumlah desa yang terdampak mengalami perluasan.
Baca Juga: Kejar Target Universal Coverage, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Demak Perkuat Sinergi















