FAKTAJATENG.ID — Kondisi lingkungan yang kian memengaruhi ketersediaan sumber air mendorong Perumda Air Minum Tirta Agung Kabupaten Temanggung untuk memperkuat strategi konservasi.
Selain menggalakkan reboisasi, BUMD ini fokus memperluas pembangunan sumur resapan di sekitar kawasan sumber mata air demi menjaga ketercukupan cadangan air tanah.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung, Rinto Adhi Utomo, menegaskan bahwa pembuatan sumur resapan menjadi langkah krusial untuk mengoptimalkan penyerapan air hujan langsung ke dalam tanah.
“Selain melakukan reboisasi, perusahaan juga mengembangkan pembangunan sumur resapan di sekitar sumber air sebagai langkah menjaga cadangan air tanah,” kata Rinto Adhi Utomo di Temanggung, Minggu (2/8/2026).
Ia meyakini peningkatan daya serap air hujan ke dalam tanah akan menjaga keberlangsungan serta stabilitas debit mata air dalam jangka panjang.
Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi ke Kementerian Pertanian
Program konservasi ini sebelumnya telah diawali di Desa Pandemulyo dan berhasil menarik perhatian pihak eksternal untuk berkolaborasi.
“Beberapa tahun lalu kami telah membangun sekitar 30 sumur resapan di Desa Pandemulyo. Alhamdulillah, program tersebut mendapat perhatian dari Coca-Cola Foundation yang kemudian mendukung pembangunan sekitar 800 sumur resapan di wilayah Pandemulyo. Seluruh pembangunan tersebut ditargetkan selesai tahun ini,” ungkapnya.
Keberhasilan di Pandemulyo kini dilanjutkan ke lokasi sasaran berikutnya, yakni Desa Tlahap.
PDAM menjalin kerja sama dengan pemerintah desa setempat guna memetakan titik-titik pembangunan yang paling efektif. Kawasan prioritas ditetapkan di sekitar Mata Air Sidangdang yang dikenal memiliki potensi debit air cukup besar.
Sebelum eksekusi pembangunan dimulai, pihak PDAM terlebih dahulu menggelar kajian teknis untuk menentukan daerah tangkapan air (catchment area).
Kajian ini penting agar sumur resapan dibangun tepat sasaran dan memberikan dampak konservasi yang optimal bagi keberlanjutan sumber air.
Di sisi lain, Rinto mengakui bahwa layanan air bersih melalui jaringan pipa PDAM saat ini belum mampu menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Temanggung.
Beberapa wilayah seperti Kecamatan Candiroto, Tretep, Wonoboyo, dan Bejen belum terjangkau akibat keterbatasan sumber mata air yang memenuhi syarat teknis.
Meski begitu, pemenuhan kebutuhan air bersih warga di empat kecamatan tersebut telah dibantu melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) bentukan Kementerian Pekerjaan Umum.
Guna menghindari pemborosan anggaran dan benturan fasilitas, PDAM terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pengembangan jaringan pipa PDAM serta infrastruktur Pamsimas tidak saling tumpang tindih, sehingga pembangunan sarana air bersih berjalan efisien dan tepat guna.
Baca Juga: Kerap Merugi, DPRD Sanggau Tolak Penyertaan Modal Rp2 Miliar untuk Perumda Tirta Pancur Aji















