FAKTAJATENG.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, menggagas pembentukan program Relawan Pemantau Proyek (RPP) guna memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengerjaan infrastruktur daerah.
Inisiatif ini dirancang untuk melibatkan partisipasi aktif warga lokal dalam mengawal setiap proyek fisik di wilayahnya.
Bupati Batang, Faiz Kurniawan, menyampaikan bahwa Pemkab Batang mengalokasikan anggaran infrastruktur berkisar antara Rp125 miliar hingga Rp150 miliar setiap tahunnya.
Alokasi tersebut diperuntukkan bagi pembangunan jalan, jembatan, irigasi, hingga sarana pengelolaan sampah.
“Besaran anggaran yang cukup besar tersebut maka kami menilai perlu diimbangi dengan pengawasan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” kata Faiz Kurniawan di Batang, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Gandeng MUI dan Lintas Agama, Pemkab Banyumas Perkuat Ketahanan Sosial dan Pendidikan Budi Pekerti
Faiz menerangkan, pembentukan RPP dilatarbelakangi oleh berbagai masukan serta kritik dari warga terkait mutu hasil pembangunan fisik.
Melalui program ini, pemerintah daerah bertekad memastikan bahwa pemanfaatan anggaran publik berdaya guna secara optimal dan memenuhi standar kualitas yang direncanakan.
Guna menunjang fungsi pengawasan, para relawan bakal dibekali akses informasi teknis secara terbuka.
Data yang dapat diakses mencakup besaran nilai proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi material, harga satuan, hingga tenggat waktu pengerjaan.
“Kami ingin seluruh proses pembangunan lebih transparan. Relawan akan mengetahui spesifikasi proyek, estimasi waktu pelaksanaan hingga informasi lainnya sehingga dapat membantu mengawasi pekerjaan di lapangan dan mencegah praktik yang tidak sesuai ketentuan,” ujar Faiz.
Pada skema pelaksanaannya, Pemkab Batang menetapkan sebanyak lima orang relawan untuk mengawasi satu paket proyek.
Seluruh relawan direkrut dari warga yang berdomisili di sekitar lokasi pembangunan agar pengawasan berjalan presisi.
“Kalau proyek berada di Kecamatan Gringsing, maka relawannya juga berasal dari masyarakat Gringsing. Kami ingin pengawasan dilakukan oleh warga yang memahami kondisi daerahnya,” tutur Faiz.
Sebagai bentuk komitmen personal terhadap penguatan partisipasi publik, dukungan operasional bagi para relawan pemantau tersebut bakal disokong langsung dari alokasi gaji pribadi Bupati Batang.
Baca Juga: Pindahkan Warga dari Zona Merah, Pemkab Cilacap Nonaktifkan Listrik di Lokasi Rawan Bencana













