Kemnaker Dorong Perluasan MagangHub untuk Mempercepat Link and Match Dunia Kerja

Menaker menyebut MagangHub sebagai mekanisme talent acquisition yang efektif bagi industri./Dok. Kemnaker

FAKTAJATENG.ID — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Program Magang Nasional (MagangHub) bukan sekadar program pelatihan biasa, melainkan mekanisme rekrutmen (talent acquisition) yang jauh lebih efektif bagi dunia usaha untuk mendapatkan talenta yang sesuai dengan standar industri.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung implementasi MagangHub di PT Adyawinsa Electrical and Power (AEP), sebuah perusahaan manufaktur dan penyedia solusi energi yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Menaker melihat langsung proses pembelajaran di tempat kerja sekaligus bertatap muka dengan delapan alumni Program Magang Nasional yang telah resmi diangkat menjadi karyawan tetap di PT AEP.

Mereka direkrut setelah terbukti memiliki kompetensi, etos kerja tinggi, serta kualifikasi yang cocok dengan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga: Kemnaker Sidak Kasus PHK 133 Buruh Pabrik Garmen PT Amos Indah Indonesia di KBN Cakung

Yassierli mengungkapkan, hasil dialog dengan manajemen PT AEP memperlihatkan bahwa MagangHub memberikan nilai tambah yang nyata bagi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.

“Berdasarkan masukan dari manajemen perusahaan, Program Magang Nasional memberikan manfaat yang nyata. Perusahaan memiliki kesempatan untuk membina, mendampingi, sekaligus menilai kompetensi calon tenaga kerja secara langsung sebelum memutuskan untuk merekrut mereka sebagai karyawan,” ujar Yassierli.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa pengamatan selama proses kerja langsung (on-the-job training) memberikan gambaran komprehensif bagi pihak industri mengenai kesiapan para peserta.

“Program Magang Nasional memberikan kepastian yang lebih baik bagi perusahaan dalam memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ini menjadi bentuk talent acquisition yang lebih efektif karena proses pembelajaran dan penilaian berlangsung secara bersamaan,” jelasnya.

Tak hanya menguntungkan perusahaan, MagangHub juga memberikan dampak positif signifikan bagi para lulusan baru (fresh graduate), khususnya alumni perguruan tinggi yang kerap terkendala minimnya pengalaman kerja.

Lewat program ini, peserta dapat menimba pengalaman nyata, meningkatkan kompetensi, membentuk karakter kerja profesional, hingga membuka peluang besar terserap langsung di dunia kerja.

Yassierli menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif.

“Kami ingin Program Magang Nasional menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan industri akan tenaga kerja yang kompeten dengan talenta-talenta muda Indonesia yang siap berkembang. Dengan demikian, produktivitas perusahaan meningkat, sementara lulusan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang layak,” harapnya.

Lebih lanjut, Menaker mengapresiasi langkah Presiden Republik Indonesia yang menetapkan Program Magang Nasional sebagai salah satu program prioritas nasional.

Menurutnya, kebijakan ini adalah langkah strategis untuk mempercepat penyelarasan (link and match) antara dunia pendidikan dan dunia kerja, memperkuat kualitas SDM, serta memperluas penyerapan tenaga kerja muda.

Ke depan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk terus memperluas kemitraan dengan berbagai sektor industri agar manfaat MagangHub dapat menjangkau lebih banyak pencari kerja di seluruh Indonesia.

Turut mendampingi Menaker dalam kunjungan kerja tersebut antara lain Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi, Dirjen Binalavotas Darmawansyah, serta Administration Director PT Adyawinsa Electrical and Power (AEP), Ign. Ilham Chrisbijantoro.

Baca Juga: Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *