FAKTAJATENG.ID – Perum Bulog mempertegas perannya dalam menjaga stabilitas sektor gula nasional dengan mengawal penyaluran hasil panen tebu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Langkah konkret ini dilakukan dengan memastikan tebu rakyat terserap secara optimal oleh pabrik gula (PG) di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat kedaulatan pangan sekaligus menjamin kesejahteraan para petani tebu.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya BULOG dalam memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal oleh industri pengolahan gula dalam negeri,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan tertulisnya di Pekalongan, Kamis (2/4/2026).
Menjadi Jembatan Petani dan Industri
Bulog memposisikan diri sebagai fasilitator yang menghubungkan langsung kebutuhan pasokan industri dengan hasil keringat petani di lapangan.
Hal ini diharapkan mampu memberikan kepastian harga dan pasar bagi komoditas tebu.
“Kami berkomitmen hadir di tengah petani termasuk di Blora untuk memastikan hasil panen tebu mereka dapat tersalurkan dengan baik ke pabrik gula sehingga memberikan nilai tambah dan kepastian pasar bagi petani,” tambahnya.
Respons Atas Aspirasi Petani
Langkah cepat Bulog ini juga menjadi jawaban atas dinamika sosial yang sempat muncul di Blora, di mana para petani menyampaikan aspirasi terkait tata niaga tebu.
Rizal memandang masukan dari para petani sebagai momentum untuk memperbaiki ekosistem pergulaan nasional agar lebih berkeadilan.
“Ahmad Rizal Ramdhani memandang aspirasi tersebut sebagai bagian dari perhatian bersama untuk memperbaiki tata niaga tebu dan gula nasional agar semakin berpihak kepada petani,” tulis keterangan tersebut.
Guna memastikan proses penyerapan di lapangan berjalan tanpa kendala, Perum Bulog terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah serta jajaran PTPN dan SGN.
Kehadiran negara di tengah rantai pasok ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi para pelaku usaha tani.
“Dengan langkah ini, diharapkan dapat meredam berbagai persepsi negatif yang berkembang sekaligus menunjukkan kehadiran nyata negara dalam menjaga stabilitas sektor pangan dan kesejahteraan petani,” pungkas Rizal.















