FAKTAJATENG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang kembali mengeluarkan Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob).
Peringatan ini ditujukan bagi masyarakat yang berada di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dan berlaku pada Jumat (3/7/2026).
Peringatan dini dengan nomor surat resmi B/ME.01.02/166/KTJM/VII/2026 tersebut disusun berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut yang dirilis oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani, menjelaskan bahwa peningkatan tinggi muka air laut dipicu oleh fenomena alamiah pasang air laut yang saat ini sedang memengaruhi dinamika pesisir.
“Akibat adanya aktivitas pasang air laut dapat memenuhi dinamika pesisir wilayah Pantai Utara Jawa Tengah berupa banjir pesisir,” kata Wahyu Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: BMKG Prakirakan Sebagian Jakarta Hujan Ringan
Prediksi Jam Rawan Banjir Rob
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim, fenomena banjir rob ini berpotensi melanda wilayah Pesisir Utara Jawa Tengah pada hari Jumat (3/7/2026) dengan durasi sekitar enam jam, yakni mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB.
Pihak BMKG juga mewanti-wanti bahwa genangan air laut ini berpotensi mengganggu stabilitas roda ekonomi dan mobilitas warga di kawasan pesisir. Sejumlah sektor diprediksi akan terdampak langsung jika banjir rob mulai naik ke daratan.
“Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan,” papar Wahyu.
Mengingat potensi dampak yang cukup luas, BMKG mengimbau masyarakat pesisir, pelaku usaha logistik, serta para nelayan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Warga diminta segera mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi serta terus memantau pembaruan informasi cuaca guna menyesuaikan jadwal aktivitas harian mereka dengan kondisi pasang air laut.
Baca Juga: Waspada Suhu Panas Maksimum, BMKG Imbau Masyarakat Lakukan Mitigasi Dini















