FAKTAJATENG.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memulai langkah diplomasi maraton ke pusat-pusat inovasi Asia.
Perjalanan dinas yang berlangsung pada 22-28 April 2026 ini mencakup Shenzhen, Seoul, Tokyo, hingga Kyoto.
Targetnya ambisius: mempercepat transformasi Jakarta agar mampu bersaing sebagai kota global papan atas pada tahun 2030 mendatang.
Dalam siaran pers Kamis 23 April 2026, Pramono menegaskan bahwa tantangan banjir dan kemacetan justru menjadi bahan bakar inovasi.
Di Shenzhen, agenda utama mencakup penandatanganan nota kesepahaman antara MRT Jakarta dengan Shenzhen Metro.
Tak hanya soal mobilitas, Pramono juga menjajaki potensi industri kecerdasan buatan (AI) melalui diskusi dengan Shenzhen Qianhai AI Industry Association untuk menarik investasi strategis ke Jakarta.
Perjalanan berlanjut ke Seoul untuk mempelajari manajemen kesehatan di Seoul Boramae Medical Center, yang akan menjadi referensi pengembangan RS Sumber Waras.
Sementara di Jepang, Pramono akan memperkuat sinergi green innovation bersama Gubernur Tokyo dan berbicara di G-NETS Leaders Summit 2026.
Misi ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan upaya konkret memastikan Jakarta tetap relevan di tengah isu ketahanan iklim dan keberlanjutan global.[dit]















