FAKTANASIONAL.NET — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mulai mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak krisis air akibat musim kemarau.
Penyaluran perdana dipusatkan di Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, usai pemerintah desa setempat melayangkan surat permohonan resmi kepada pihak BPBD.
Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, menyampaikan bahwa dari lima dusun yang diajukan oleh Desa Gentan, hasil verifikasi administrasi dan asesmen lapangan menetapkan dua dusun sebagai prioritas penanganan mendesak, yakni Dusun Gentan dan Dusun Wonogiri.
“Permintaan bantuan muncul karena debit sumber air terus menurun. Setelah kami melakukan asesmen, memang ditemukan beberapa sumber air di wilayah tersebut sudah mengalami kekeringan, sehingga perlu dilakukan dropping air bersih,” kata Totok di Temanggung, Jumat (24/7/2026).
Totok menambahkan bahwa pasokan air bersih akan dikirimkan secara berkala melalui koordinasi berkelanjutan bersama pihak desa hingga kebutuhan konsumsi air warga kembali tercukupi.
Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi ke Kementerian Pertanian
Siapkan 300 Tangki Air dan Sinergi Lintassektoral
Guna mengantisipasi dampak kemarau tahun ini, BPBD Kabupaten Temanggung telah menyiagakan stok awal sekitar 300 tangki air bersih.
Upaya distribusi juga akan didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial melalui jajaran Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta maupun BUMD.
Sejauh ini, Desa Gentan tercatat sebagai satu-satunya wilayah yang secara resmi mengajukan permohonan bantuan air bersih. Namun, BPBD mencatat setidaknya ada 12 kecamatan yang masuk dalam peta rawan kekeringan, di antaranya:
Kecamatan Pringsurat
Kecamatan Kranggan
Kecamatan Kaloran
Kecamatan Kandangan
Kecamatan Bulu
Kecamatan Gemawang
Kecamatan Jumo
Kecamatan Bejen
Sebagai langkah pencegahan dini, BPBD Temanggung telah bersurat ke seluruh pemerintah desa sejak April lalu agar aktif mendata dan melaporkan potensi kelangkaan air bersih di wilayahnya masing-masing.
“BPBD tetap menyiapkan dan menyalurkan bantuan melalui program dropping air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan,” pungkas Totok.
Baca Juga: Bencana Banjir Dominasi Laporan BNPB Pekan Kedua Agustus 2025















