Daerah  

Pasca-Banjir Demak: BPBD Gencarkan Pembersihan Lumpur dan Droping Air Bersih di Desa Terdampak

/Dok. BPBD Demak

FAKTAJATENG.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, bergerak cepat melakukan penanganan pasca-surutnya banjir yang sempat merendam sembilan desa di empat kecamatan. Fokus utama saat ini adalah pemulihan akses jalan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan bahwa tim di lapangan tengah bekerja keras membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa arus banjir agar mobilitas warga kembali normal.

“Pembersihan jalan dengan cara disemprot menggunakan air, sehingga jalan warga yang semula berlumpur menjadi bebas lumpur dan bisa dilalui dengan aman,” kata Agus Sukiyono di Demak, Minggu (5/4/2026).

Distribusi Air Bersih ke Wilayah Terdampak Parah

Selain pembersihan fisik, BPBD juga memprioritaskan distribusi (droping) air bersih, mengingat sumber air milik warga banyak yang tercemar material banjir.

Salah satu titik fokus distribusi berada di Dukuh Puyang, Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur.

Pasokan air ini menyasar 66 keluarga atau sekitar 212 jiwa yang baru saja kembali dari pengungsian.

“Sasarannya untuk 66 keluarga atau 212 jiwa yang sebelumnya terdampak banjir, sehingga membutuhkan pasokan air bersih untuk sementara waktu sambil melakukan pemulihan sumber air bersih milik warga yang sebelumnya tercemar banjir,” terang Agus.

Selain Desa Sidoharjo, bantuan air bersih juga disalurkan ke Dukuh Solodoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur.

Agus berharap langkah ini dapat meringankan beban warga yang telah mengungsi sejak Jumat (3/4/2026) lalu.

Penyebab Banjir dan Kondisi Terkini

Banjir yang melanda wilayah Demak ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan di kawasan hulu, yang menyebabkan debit Sungai Tuntang meluap hingga menjebol tanggul di enam titik berbeda.

Ironisnya, saat kejadian berlangsung, cuaca di wilayah Demak sendiri terpantau cerah.

Tanggul jebol tercatat berada di Desa Trimulyo (3 titik) dan Desa Sidoharjo (3 titik), yang menjadikan kedua desa tersebut sebagai wilayah terdampak paling parah. Secara total, sebanyak 2.839 jiwa dari sembilan desa terpaksa mengungsi akibat luapan air yang merendam permukiman, sekolah, hingga lahan pertanian.

Adapun sembilan desa yang terdampak meliputi:

  • Kecamatan Guntur: Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo.

  • Kecamatan Karangtengah: Desa Ploso.

  • Kecamatan Wonosalam: Desa Lempuyang.

  • Kecamatan Kebonagung: Desa Sarimulyo dan Solorire.

Per hari Minggu (5/4/2026), mayoritas warga telah kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya genangan.

Bersamaan dengan itu, pihak terkait tengah melakukan penanganan darurat pada titik-titik tanggul yang jebol guna mengantisipasi banjir susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *