Sampaikan LKPJ 2025, Ahmad Luthfi Ungkap Kemiskinan Jateng Turun dan Investasi Tembus Rp88,8 Triliun

/Dok. Pemprov Jateng

FAKTAJATENG.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna di Gedung Berlian, DPRD Jateng, Selasa (31/3/2026).

Dalam laporannya, Luthfi menyoroti keberhasilan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran sebagai indikator utama kesejahteraan masyarakat.

Luthfi menegaskan bahwa orientasi pembangunan Jawa Tengah tetap berfokus pada hasil nyata yang dirasakan rakyat.

“Output pembangunan adalah masyarakat sejahtera. Ukurannya adalah bagaimana kita bisa menurunkan angka kemiskinan,” ujar Ahmad Luthfi dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Capaian Makro Ekonomi dan Investasi

Berdasarkan data LKPJ 2025, angka kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen.

Tren positif ini juga diikuti oleh penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,78 persen (2024) menjadi 4,32 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mencapai 5,37 persen, angka yang berada di atas rata-rata nasional. Kondisi ini didukung oleh realisasi investasi yang sangat signifikan.

“Capaian tersebut turut ditopang pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen, di atas rata-rata nasional, serta realisasi investasi yang mencapai Rp 88,8 triliun,” beber Luthfi.

Strategi 2026: Intervensi “Keroyokan”

Menatap tahun 2026, Luthfi menekankan bahwa penanganan kemiskinan tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah.

Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor yang menyasar kebutuhan dasar seperti pangan, papan, kesehatan, hingga pendidikan.

“Harus kita keroyok bersama, antara provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah pusat. Dengan kolaborasi, penurunan kemiskinan bisa lebih signifikan,” paparnya.

Luthfi juga memberikan catatan keras terkait efektivitas Bantuan Sosial (Bansos).

Ia meminta adanya evaluasi berkala agar penerima manfaat tidak terjebak dalam ketergantungan jangka panjang.

“Jangan sampai ada penerima bansos sampai delapan tahun. Ini harus jadi bahan evaluasi. Kita lakukan evaluasi triwulanan, tahunan, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Keberhasilan Program Strategis (MBG dan KDMP)

Sepanjang 2025, Jawa Tengah juga sukses menjalankan program strategis nasional dan daerah, di antaranya:

  • Program Makanan Bergizi Gratis (MBG): Menjangkau 4,29 juta penerima melalui 3.364 unit SPPG.

  • Perbaikan Rumah: Realisasi 17.510 unit RTLH dari APBD dan tambahan dari Baznas/CSR.

  • Koperasi Desa Merah Putih (KDMP): Telah beroperasi sebanyak 6.233 unit.

  • Kesehatan: Layanan cek kesehatan gratis telah melayani 14,13 juta warga.

  • Pendidikan: Program sekolah gratis melalui skema kemitraan SMA swasta dan SMK Jateng, serta berdirinya 17 unit Sekolah Rakyat di 14 kabupaten/kota.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menyatakan pihaknya telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menelaah dokumen LKPJ tersebut.

“Pansus sudah dibentuk untuk mereview seluruh kegiatan tahun 2025. Hasilnya nanti akan menjadi catatan perbaikan untuk kebijakan tahun 2026,” tandas Sumanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *