FAKTAJATENG.ID – Krisis pengelolaan sampah menjadi pusat perhatian di Kabupaten Cilacap pada Selasa (24/2/2026).
Sebanyak 25 ribu orang dari berbagai lapisan masyarakat melakukan aksi pembersihan massal yang terkonsentrasi di kawasan Titik Nol, sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani, hingga Alun-alun Cilacap.
Aksi yang digelar serentak di perkantoran, sekolah, hingga permukiman warga ini merupakan respons daerah terhadap peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sekaligus implementasi gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah).
Target Transformasi Teknologi dan Kearifan Lokal
Baca Juga: Dari Modus 2016 ke OTT 2026, KPK Membongkar Sistem atau Sekadar Mengelola Kasus Bea Cukai?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Achmad Nurlaeli, menjelaskan bahwa pengerahan massa ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya mendorong perubahan sistem pengolahan sampah di daerah yang selama ini masih menjadi beban lingkungan.
“Aksi Bersih Sampah Jawa Tengah Asri 2026 mendukung gerakan Indonesia Asri di Kabupaten Cilacap. Kami mendorong pengurangan sampah berbasis kearifan lokal serta transformasi pengolahan sampah dengan teknologi ramah lingkungan,” ujar Achmad di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha, perguruan tinggi, hingga media massa sangat krusial untuk memastikan standar kualitas hidup di ruang publik tetap terjaga melalui tata kelola yang lebih modern.
Sentilan Pemerintah: Masalah Sampah Tak Bisa Diselesaikan Parsial
Mewakili Bupati Cilacap, Sekretaris Daerah Sadmoko Danardono memberikan catatan kritis dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa partisipasi ribuan peserta ini harus menjadi momentum transisi dari budaya buang sampah ke budaya kelola sampah, mengingat beban lingkungan yang kian berat.
“Masalah sampah adalah persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Perlu (adanya) kerja kolektif dan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” tegas Sekda saat membacakan pesan Bupati.
Pemerintah Daerah juga memberikan penekanan khusus pada peran rumah tangga sebagai hulu dari permasalahan sampah.
Pola hidup bersih dituntut tidak hanya muncul saat ada acara besar, melainkan menjadi disiplin harian.
“Jika setiap rumah tangga mampu mengurangi dan mengelola sampah dengan baik, beban lingkungan akan berkurang signifikan dan Cilacap yang bersih, sehat, serta indah dapat terwujud,” tambahnya.
Melalui aksi ini, Pemkab Cilacap mencoba menyuntikkan kembali prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) ke tengah masyarakat sebagai solusi jangka pendek menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
Baca Juga: Tim Airlangga Diduga Kuasai 800 Paket Proyek Pemprov Kalbar Tahun 2026













