Sinergi Global: Pertamina NRE Pelajari Praktik Terbaik Bioetanol dari Amerika Serikat

/Dok. Pertamina NRE

FAKTAJATENG.ID – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi menjalin kerja sama strategis dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) untuk mempercepat pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia.

Kolaborasi ini menandai langkah serius pemerintah dalam mempersiapkan implementasi bahan bakar campuran etanol E10 di pasar domestik.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Sabtu (4/4/2026), kedua belah pihak sepakat untuk melakukan studi bersama, pertukaran pengetahuan (knowledge exchange), serta peningkatan kapasitas teknis guna mengadopsi praktik terbaik global dalam industri bahan bakar nabati.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menekankan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapabilitas nasional dengan mempelajari model sukses dari internasional.

Baca Juga: Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Presiden Prabowo Didesak Lobi Langsung Pemerintah Iran

“Bioetanol merupakan titik temu antara ketahanan energi dan keberlanjutan bagi Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami ingin belajar lebih dalam dari pengalaman dan praktik terbaik internasional, khususnya dalam pengembangan ekosistem bioetanol, termasuk diversifikasi bahan baku, kerangka regulasi, serta penerapan bahan bakar campuran etanol domestik,” ujar Oki dalam keterangannya.

Fokus pada Infrastruktur dan Rantai Pasok

Kerja sama ini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari penguatan rantai pasok, kesiapan infrastruktur, hingga aspek komersial dan regulasi.

Pertamina NRE memandang USGBC sebagai mitra strategis mengingat reputasi organisasi tersebut dalam mengadvokasi produk bio berbasis pertanian secara global.

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyatakan optimismenya bahwa transfer teknologi dan keahlian ini akan mempercepat transisi energi di tanah air.

“Pertamina NRE memandang kolaborasi ini sebagai platform untuk memperkuat kapabilitas teknis dan institusional melalui knowledge exchange yang terstruktur. Dengan mengedepankan studi bersama, pelatihan, serta pertukaran keahlian, kami optimistis dapat mempercepat pengembangan ekosistem bioetanol yang adaptif dan berkelanjutan di Indonesia,” ungkap John.

Platform Implementasi Nyata

Selain aspek teknis produksi, kolaborasi ini juga akan memfasilitasi dialog mengenai strategi komunikasi publik dan kerangka keberlanjutan. Hal ini penting untuk memastikan masyarakat siap menerima transisi bahan bakar berbasis etanol.

Chairman USGBC, Mark Wilson, menegaskan bahwa kesepakatan ini dirancang untuk menghasilkan aksi nyata di lapangan, bukan sekadar dokumen formal.

“MoU ini bukan sekadar kesepakatan formal, tetapi merupakan platform implementasi. Melalui kemitraan ini, kami akan berfokus pada pertukaran pengetahuan dalam produksi dan rantai pasok etanol, penguatan aspek teknis dan pengembangan pasar, serta mendukung kesiapan Indonesia dalam pengembangan bahan bakar berbasis etanol,” tegas Mark.

Sinergi antara Pertamina NRE dan USGBC diharapkan mampu menciptakan fondasi yang kuat bagi industri bioetanol nasional, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil melalui diversifikasi bahan baku ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *