FAKTAJATENG.ID – Di saat seluruh mata dunia sedang tertuju penuh pada proses perdamaian di Islamabad, Presiden AS Donald Trump justru melontarkan pernyataan kontroversial.
Meskipun Wakil Presiden JD Vance sedang berusaha keras mencapai kesepakatan diplomatik krusial pada hari Saturday tersebut, Trump dengan blak-blakan memberi tahu wartawan bahwa berhasil atau tidaknya kesepakatan damai dengan Iran sama sekali tidak ada bedanya bagi dirinya secara pribadi.
Sikap sangat dingin ini seolah menegaskan posisi Amerika Serikat yang merasa berada mutlak di atas angin tanpa memedulikan hasil akhir negosiasi antara kedua negara yang berseteru.
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali mengulangi klaim-klaim militernya yang sangat berani di hadapan publik. Ia secara terbuka menegaskan bahwa militer Amerika Serikat telah sukses melumpuhkan kekuatan inti Iran secara total, termasuk menghancurkan armada angkatan udara, angkatan laut, hingga jajaran kepemimpinan tertinggi negara tersebut.
Merasa tak tertandingi, Washington kini berfokus penuh membuka dan mengamankan jalur perairan Selat Hormuz. Trump dengan lantang mengklaim bahwa tindakan strategis ini terpaksa diinisiasi oleh negaranya demi mewakili negara-negara asing yang ia anggap terlalu takut, lemah, atau bahkan sangat pelit untuk mengambil tindakan tegas.
Kritik pedas Trump rupanya tidak hanya dialamatkan kepada negara rival, melainkan juga menyasar langsung ke aliansi pertahanan militer Barat. Ia secara terang-terangan menyebut bahwa Amerika Serikat sama sekali tidak mendapatkan bantuan dari NATO dalam menangani konflik yang pelik ini.
Sindiran keras ini secara gamblang memperlihatkan kekecewaan yang sangat mendalam atas minimnya partisipasi nyata dari para sekutunya.
Saat pembicaraan jurnalis diarahkan kembali pada dinamika negosiasi di Pakistan, Trump menutupnya dengan kalimat lugas. Ia menanggapi dengan santai, “Mari kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti, tetapi dari sudut pandang saya, saya benar-benar tidak peduli.”[dit]















