Gerakkan Petani dan Vendor Lokal, Prabowo Sebut MBG Sebagai Penggerak Rantai Pasok Nasional

FAKTAJATENG.ID – Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah gelombang kritik yang menerjang.

Dalam pernyataannya di Hambalang pada Minggu, 21 Maret 2026, ia menekankan bahwa anggaran negara harus diprioritaskan untuk kebutuhan dasar rakyat daripada habis menguap karena praktik korupsi.

Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap realita di lapangan, di mana banyak anak usia 11 tahun namun memiliki fisik layaknya anak 4 tahun akibat gizi buruk.

Baginya, MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyelamatkan sumber daya manusia Indonesia dari ancaman stunting.

Ia meyakini langkah ini berada di jalur yang benar karena ketersediaan anggaran nasional sebenarnya mencukupi jika dikelola dengan ketat.

Tidak hanya soal gizi, program ini dirancang sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan.

Prabowo memproyeksikan pembangunan 30 ribu dapur yang masing-masing akan menyerap 50 tenaga kerja, sehingga total 1,5 juta orang bisa bekerja.

Selain itu, rantai pasok dari petani dan vendor lokal akan menciptakan jutaan lapangan kerja tambahan lainnya.

Meski mengakui adanya kekurangan teknis, pemerintah telah menutup lebih dari seribu dapur yang tidak memenuhi standar sebagai bentuk evaluasi tegas.

Prabowo juga menjamin bahwa pembiayaan MBG tidak akan menambah beban utang baru. Melalui efisiensi anggaran dan penutupan celah kebocoran, ia optimis dana yang ada mampu membiayai program ini hingga tuntas.[dit]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *