FAKTAJATENG.ID – Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah proaktif dalam memitigasi dampak musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, otoritas setempat telah menyiapkan cadangan air bersih sebanyak satu juta liter untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa penanganan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, terutama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal.
“Mudah-mudahan begitu kita mendengar ada kekurangan air, kita bisa siapkan airnya,” ujar Agustina di Semarang, Kamis (9/4/2026).
Waspada Cuaca Ekstrem dan Risiko Kebakaran
Langkah mitigasi ini menjadi krusial mengingat puncak musim kemarau di Kota Semarang diperkirakan akan berlangsung hingga September 2026.
Agustina mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap perubahan suhu yang meningkat signifikan serta potensi risiko kebencanaan lainnya, seperti kebakaran lahan.
Daun kering yang menumpuk dipadukan dengan angin kencang dinilai menjadi kombinasi berbahaya yang dapat mempercepat penyebaran api.
“Jadi masyarakat harus ‘aware’ ya. Walaupun kadang-kadang orang berasumsi ini cuaca tidak menentu, tapi ini sudah jelas bahwa kita harus menjaga,” tegasnya.
Kondisi geografis Semarang yang variatif—mulai dari perbukitan, lembah, hingga pesisir—menambah kompleksitas risiko yang harus diantisipasi secara matang oleh pemerintah dan masyarakat.
Fenomena Cuaca 2026 Dinilai Lebih Ekstrem
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, menambahkan bahwa pola cuaca tahun ini menunjukkan anomali yang lebih tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Perubahan cuaca yang drastis, seperti panas terik yang tiba-tiba berganti menjadi hujan badai, menjadi fenomena yang patut diwaspadai sepanjang April ini sebelum memasuki kemarau penuh pada Mei mendatang.
“Kalau kita bandingkan dengan 2025, 2026 ini relatif fenomenal sekali. Ini cuaca panas, tiba-tiba nanti menjelang siang atau sore hujan deras disertai dengan angin kencang,” jelas Endro.
Sebagai langkah konkret di lapangan, BPBD memastikan pasokan satu juta liter air bersih siap dikirimkan secara gratis ke pemukiman warga yang mengalami krisis air. Mekanisme distribusi akan dilakukan berdasarkan permintaan langsung dari masyarakat.
“Kapan pun permintaan warga, di manapun nanti akan kami kirim sesuai permintaan warga,” pungkas Endro.















