Daerah  

Sambut Idul Adha 1447 H, Dispertan Cilacap Siapkan Juleha Profesional dan Tim Pemeriksa Hewan Kurban

/Dok. Liputan6.com

FAKTAJATENG.ID – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Cilacap mulai mematangkan persiapan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Fokus utama tahun ini adalah memastikan seluruh proses ibadah kurban—mulai dari ketersediaan ternak, kesehatan hewan, hingga teknik penyembelihan—memenuhi standar syariat dan kesehatan masyarakat veteriner.

Sebagai langkah awal, Dispertan akan menyelenggarakan pelatihan khusus bagi Juru Sembelih Halal (Juleha) guna mencetak tenaga terampil yang memahami prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).

Pelatihan Juleha: Syariat dan Higienis

Kepala Dispertan Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan kuota untuk para calon juru sembelih di wilayah tersebut.

“Kalau terkait Idul Adha, pertama kami akan melaksanakan pelatihan juleha. Kuotanya sekitar 25 orang dan rencananya dilaksanakan dalam waktu dekat sebelum hari raya,” kata Sigit di Cilacap, Selasa (5/5/2026).

Pelatihan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa daging kurban yang didistribusikan ke masyarakat benar-benar halal, sehat, dan diproses dengan cara yang tidak menyakiti hewan secara berlebihan.

Pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem

Untuk menjamin keamanan konsumsi, Dispertan akan menerjunkan tim kesehatan hewan yang bekerja dalam dua tahap:

  1. Pemeriksaan Ante Mortem: Dilakukan sekitar satu minggu sebelum hari raya (H-7). Petugas akan menyisir lapak pedagang musiman dan kandang penjualan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak kurban.

  2. Pemeriksaan Post Mortem: Dilakukan pada hari penyembelihan di masjid dan mushala. Petugas fokus memeriksa organ dalam seperti hati dan paru-paru untuk mendeteksi adanya parasit atau penyakit.

“Nanti kami periksa, misalnya hati ternak apakah ada cacing atau penyakit lainnya. Kalau ditemukan bagian yang tidak layak konsumsi, harus dimusnahkan, bisa dibakar atau dikubur dan tidak boleh dikonsumsi masyarakat,” tegas Sigit.

Stok Melimpah dan Pemberdayaan Peternak Lokal

Masyarakat Cilacap diimbau untuk tidak khawatir mengenai ketersediaan ternak. Sigit memastikan stok sapi diprediksi mencapai 5.000-6.000 ekor, sementara kambing dan domba berkisar antara 12.000 hingga 15.000 ekor.

Menariknya, tahun ini potensi ternak lokal semakin terangkat berkat sinergi dengan Baznas Cilacap. Mekanisme pembayaran denda (dam) jemaah haji asal Cilacap kini diwujudkan melalui pembelian ternak lokal yang disembelih di daerah sendiri.

“Kalau stok cukup, ternak di Cilacap banyak, jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan hewan kurban,” pungkasnya.

Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya mengamankan kebutuhan ibadah kurban, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi para peternak lokal di Kabupaten Cilacap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *